Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kali ini saya akan menuliskan apa yang telah dikatakan oleh Prof. DR. Quraish Shihab tentang kesepahaman menuju persatuan.
"Tidak bisa ada perseteruan kalau tidak ada kesepahaman, tidak bisa ada kesepahaman kalau kita tidak memahami diri kita dan memahami pihak lain". kalau kita meneliti apa itu Syi'ah, kita harus berupaya untuk memahami siapa Syi'ah itu, tetapi memahami Syi'ah saja tidak cukup untuk terwujudnya kesepahaman kalau pihak yang diluar Syi'ah tidak memahami dirinya. karena itu kesepahaman perlu. boleh jadi sebab utama dari apa yang terjadi dalam masyarakat Islam di dunia dan apa yang terjadi di Indonesia itu sebabnya adalah kesalahpahaman. kalau kita persempit, kesalahpahaman sementara orang-orang Syi'ah terhadap madzhab mereka dan orang-orang Sunni terhadap madzhab mereka.
Prof Quraish Shihab memperjelas persoalan tidak dimungkiri oleh siapapun bahwa Syi'ah itu atau yang dinamai Syi'ah itu banyak kelompoknya, sehingga kalau ada pendapat dari satu kelompok Syi'ah yang dinisbahkan kepada kelompok lain maka disini bisa timbul kesalapahaman.
satu contoh : ada Syi'ah Ismailiyah yang ada sekarang, ada Syi'ah Zaidiyah yang banyak di Yaman sekarang, ada Syi'ah Ja'fariyah yang ada sekarang, ada perbedaan-perbedaan antar mereka sekarang ini. dulu ada Syi'ah Al-Qatabiyah, ada Syi'ah Al-Qaramiqah, dan bermacam-macam (puluhan). kalau anda mengambil pendapat Syi'ah, katakanlah Al-Qaramiqah atau Al-Qatabiyah lalu anda nisbahkan kepada Al-Ja'fariyah akan terjadi kesalapahaman dan anda mendzolimi salah satu dari kelompok itu. kita tidak bisa memungkiri bahwa ada Syi'ah yang sesat, tidak bisa dipungkiri. bahkan ada kelompok Syi'ah yang menyesatkan kelompok Syi'ah yang lain. salah satu keluhan adalah anda mengambil pendapat-pendapat satu kelompok kemudian menyangka bahwa itu adalah kelompok yang lain lalu atas dasarnya anda menyesatkan kelompok yang lain, "ini karena tidak paham".
Kalau dilihat disisi sunnah pun, semua sepakat bahwa jangan mudah mengkafirkan orang lain. Imam Ghazali berkata : "kalau seandainya anda mendengar kalimat yang di ucapkan seseorang, 99% diantaranya menunjukkan bahwa yang bersangkutan kafir, masih ada 1% yang memungkinkan dia dinilai beriman maka jangan kafirkan dia". jadi tidak mengerti dirinya, bisa jadi tidak mengerti dirinya dan tidak mengerti orang lain terjadilah cek-cok (perdebatan yang tidak menguntungkan).
Ada perkembangan pemikiran, karena pemikiran-pemikiran apapun termasuk pemikiran keagamaan dipengaruhi oleh banyak faktor. bisa perkembangan ilmu, kemaslahatan, bisa kecenderungan seseorang dan banyak lagi faktor sehingga semua madzab pemikiran apapun pasti telah terjadi perubahan sedikit atau banyak menyangkut pendapat-pendapat. pasti!!
seperti contoh darwin sudah diubah oleh pendapat darwinisme yang baru, pendapat Syafi'i (jangankan dengan orang lain, dengan dirinya yang ada ketika dia di Irak akan berbeda ketika dia di Mesir), Salaf, Salafiyah yang sekarang itu berbeda pandangannya dengan pendapat Imam Ahmadi Muhammad, begitu juga dengan Syi'ah ada perkembangan misalnya tulisan Imam Qumaini menyangkut Taqiyah, itu beda dengan perkembangan sekarang. coba baca pendapat yang berkaitan dengan izin mengangkat senjata terhadap penguasa (dahulu tidak ada izin itu sampai datang imam). semua ada perkembangan pemikiran sehingga kalau orang ingin merujuk kepada suatu madzab dengan melihat pendapat-pendapat lama tanpa memikirkan pendapat baru, itu adalah salah paham.
Kemaslahatan umat Islam mengantar sebagian tokoh-tokohnya untuk melakukan pendekatan-pendekatan berdasar pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan baru. kalau tidak, itu adalah orang-orang yang terlambat lahir. jika ada seorang Sunni dan Syi'ah berdampingan dan bergandengan tangan (hidup damai), banyak sebagian orang yang membantah dan tidak setuju. karena mereka masih merujuk pada pendapat-pendapat lama yang boleh jadi tidak bersumber dari apa yang diuraikan sekarang ini, tapi cobalah kita harus membedakan antara pendapat intelektual ulama cendekiawan dengan pendapat orang awam. "kesalahan kita disini", sering kali kita mengukur pendapat suatu kelompok tidak merujuk pada pendapat para ulama-ulama (bisa jadi di Sunni dan bisa jadi di Syi'ah), tidak akan mungkin ada kesepahaman kalau seperti itu. maka dari itu rujuklah kepada pendapat ulama kelompok yang muktabar, jangan merujuk pada kelompok apa itu namanya yang sebenarnya tidak diakui sebagaian ulama, dan itu bukan hanya di Syi'ah, di Sunni pun banyak.
Yang terpenting dalam konteks kesepahaman ini kita bersatu dalam aqidah, dan ketika kita bersatu dalam aqidah tidak harus rumusannya persis sama tapi yang penting kandungannya sama dalam artian kita tidak terikat dengan rumusan, kita terikat dengan kandungan apa yang dirumuskan itu maka akan terjadilah kesepahaman. tetapi kalau kita mau persis sepaham redaksinya itu tidaklah mungkin, kalau kesepahaman ini sudah terjadi maka akan mudah, apalagi kalau kita merujuk ke ulama-ulama kita sekarang baik yang Sunni maupun Syi'ah itu sebabnya dalam semua konferensi pertemuan-pertemuan yang diadakan berbagai ulama mereka sepakat. sejak tahun 1961 di Mesir sudah terbit apa yang dinamai dulu yaitu Mausu'at Jamal Abdul Nasir Al-Faqiyah, 8 madzab yang masuk dalam pertemuan para ulama-ulama itu 4 madzab Sunni dan 4 madzab Syi'ah dan mereka semua sepakat. tetapi sekarang banyak para ulama yang bisa dikatakan ulama gagal yang menghembus-hembuskan perseturuan.
Kita harus kembali pada kesepakatan-kesepakatan yang selama ini sudah sangat baik seperti kesepakatan yang ada di Turki, Saudi Arabia, Qatar semuanya itu merujuk dan kita harus mampu untuk menjelaskan kepada masyarakat kita apalagi pada orang-orang awam bahwa sebenarnya kita bersaudara dan tidak perlu ada saling tegang, Surga terlalu luas sehingga tidak perlu hanya memonopoli Surga untuk diri sendiri ( Prof. DR. Quraish Shihab ).
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
WELCOME AREA 12
Kamis, 30 Mei 2013
Rabu, 15 Mei 2013
DIBALIK KEMENANGAN JOKOWI-AHOK
Siapakah dibalik kemengangan Jokowi-Ahok?
Sudah 100 hari lebih pemilihan
Gubenur DKI Jakarta berlangsung. Seperti yang kita ketahui bahwa pemilihan
Gubenur DKI Jakarta sangat berbeda dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya,
bahkan dalam sejarah Indonesia seorang dari golongan etnis Cina mampu
membuktikan perannya secara terbuka didepan publik. Mengapa demikian?
Dalam pemilihan Gubenur DKI
Jakarta, Jokowi-Ahok mampu memenangkan secara telak dibandingkan calon lainnya.
Masyarakat lebih suka dengan karakter yang bersifat sederhana dan bisa
mendengarkan apa yang masyarakat inginkan. Yah, itulah slogan Jokowi-Ahok.
Tidak bisa dipungkiri, didalam sistem pencalonan diharuskan berkata sedemikian
rupa agar masyarakat bisa percaya. Memang benar Jokowi-Ahok lebih dipercaya
dibandingkan Fauzi Bowo dan Sutioso yang sebelumnya menjabat dan tidak ada
perubahan bahkan tidak dekat dengan masyarakat. Berdasarkan survei, masyarakat
lebih senang dengan gubenur baru ini karena masyarakat bisa langsung mengetahui
sepak terjang kegiatan program baru dan bisa lebih dekat dengan warga
dibandingkan dengan gubenur-gubenur sebelumnya. Tetapi dibalik kemenangan
telak jokowi-Ahok jika dilihat dari segi politik bukan dari slogan-slogan
tersebut. Ada beberapa fakta yang disembunyikan oleh media, antara lain:
1. DKI Jakarta sudah dihuni oleh masyarakat pendatang.
Berdasarkan hasil sensus penduduk, masyarakat asli adalah warga betawi yang
sekarang jumlahnya minoritas, bahkan banyak yang pindah keluar. Inilah yang
menjadikan pegangan kuat bagi Jokowi-Ahok karena Jokowi itu sendiri pendatang
dari kota solo. Secara psikologis, semua masyarakat pendatang yang ada di DKI
Jakarta akan lebih memilih warga pendatang juga karena akan bisa merasakan
perasaan sesama pendatang.
2. Mengapa Jokowi memilih pasangan Ahok dari etnis Cina? Dikarenakan selain banyaknya pendatang dari berbagai daerah, etnis Cina sudah sangat banyak di DKI Jakarta dan menguasai hampir semua berbagai macam perekonomian. Warga etnis Cina tidak mungkin memilih selain Ahok dikarenakan sesama etnis.
Tetapi walau bagaimana pemilihan yang dipilih oleh warga adalah kemenangan yang sah dan tidak terbantahkan.
2. Mengapa Jokowi memilih pasangan Ahok dari etnis Cina? Dikarenakan selain banyaknya pendatang dari berbagai daerah, etnis Cina sudah sangat banyak di DKI Jakarta dan menguasai hampir semua berbagai macam perekonomian. Warga etnis Cina tidak mungkin memilih selain Ahok dikarenakan sesama etnis.
Tetapi walau bagaimana pemilihan yang dipilih oleh warga adalah kemenangan yang sah dan tidak terbantahkan.
Senin, 31 Desember 2012
KEBENARAN TENTANG KELUARGA NABI SAAW
Dalam artikel ini saya akan membahas tentang peristiwa-peristiwa apa saja yang menimpa pada keluarga Nabi SAAW setelah sepeninggalnya. masih banyak orang-orang yang belum mengetahui siapa saja keluarga Nabi SAAW dan bagaimana perlakuan orang-orang kafir terhadapnya.
Meskipun Al-Qu’ran yang dilindungi oleh kuasa Allah, apakah ini berarti bahwa kekuatan-kekuatan yang jahat menyerah pada islam?Apakah anda berpikir bahwa islam tidak terinfiltrasi? Sudah sangat terinfiltrasi sejak dulu, dan berlanjut hingga hari ini. Namun bukanlah ajaranya yang telah terinfiltrasi, karena ajarannya dilindungi dalam Al-Qu’ran. Tapi adalah umat muslim, atau masyarakat yang terus menerus di infiltrasi. Baik dari luar maupun dari dalam. Di tahun 632 H Rasulullah SAAW meninggal dunia. Selama pada saat-saat terakhir, para sahabat berkumpul dengan beliau dan ada permintaan terakhir Rasulullah SAAW.
Apakah anda tahu apa yang diminta Rasulullah SAAW?
Kemudian mereka bertanya, ya Rasulullah, apa yang anda minta dari kita di saat terakhir ini? Rasulullah SAAW berkata : Saya meminta kalian untuk menjaga kaum perempuan dan memperlakukan mereka dengan kebaikan dan rasa hormat.
Tidak seorang pun dapat menyangkal bahwa kekuasaan telah menginfiltrasi masyarakat islam, dan memperkenalkan doktrin mereka sendiri. Dan banyak dari mereka melakukan yang tidak diajarkan oleh Nabi SAAW. Karena itu kesalahan terletak pada manusia dan bukan pada Islam.
Apakah anda tahu apa permintaan Nabi SAW yang lainnya?
Rasulullah SAAW memberikan tanggung jawab kepada kita untuk menjaga keluarganya agar dapat terus memberi petunjuk. “Jagalah hubungan dengan keluargaku untuk terus mendapat petunjuk”. Mengapa Nabi SAAW berkata keluargaku? Untuk mngajarkan kepada kita bahwa setelah Nabi meninggal dunia, jangan menganggap bahwa hubungan kita dengan beliau terputus. Maksudnya bahwa agar hubungan kita ke Nabi SAAW tetap hidup, selama keluarganya (Ahlul Bait) tetap berada dalam masyarakat, dan saling menghormati di antara kita. Dalam riwayat hadits adalah sebagai berikut :
Rasulullah SAAW berkata : “Aku meninggalkan di antara kamu sesuatu yang alami yang jika kamu bersandar padanya kamu tidak akan tersesat setelah aku pergi”Kitab Allah, tali buhul yang kuat dari langit ke bumi, dan sanak keluarga dekat yang berasal dari rumah tanggaku. Keduanya tidak akan terpisah satu sama lain. Maka pertimbangkanlah apa yang dilakukan terhadap mereka setelah keberangkatanku” (Tirmidhi)
Saya ada 1 pernyataan untuk anda, apakah anda bisa menerima kebenaran?
Keluarga Nabi SAW terdiri yang utama dari 4 anggota asli.
1. Imam Ali
2. Fatimah Az Zahra
3. Imam Hasan
4. Imam Husain
Cukup banyak yang tidak tahu bagaimana meninggalnya keluarga Nabi SAAW, dan kebanyakan dari kita bahkan tidak tahu nama-nama dari 12 Imam.
Apakah anda ingin tahu apa yang terjadi dengan keluarga Nabi SAAW dan cara mereka meninggal?
Dapatkah kalian mengatasi kebohongan, untuk memahami apa yang terjadi kepada turunan darah Nabi SAAW?
Anda akan mengetahui konspirasi Islam ini, setelah anda menemukan apa yang terjadi kepada mereka masing-masing.
1. Imam Ali kematiannya disebabkan oleh pedang racun oleh ibnu muljam saat melakukan shalat di masjid di Kufa.
2. Imam Hasan (cucu Nabi) yang dibunuh diracun atas perintah mu’awiyah.
3. Imam Husain (cucu Nabi) telah dipenggal dalam peperangan pada 10 muharram (Ashura) di karbala (irak) atas perintah yazid.
5. Imam Muhammad Al Bagir (keturunan langsung darah Nabi) yang dibunuh diracun oleh Ibrahim pada 7 dzulhijah di Madinah.
6. Imam jafar as sadiq (keturunan langsung darah Nabi) dibunuh diracun pada tanggal 25 syawal atas perintah al Mansur.
7. Imam Musa Al-Kadhim (keturunan langsung darah Nabi) dibunuh diracun pada tanggal 25 rajab dalam penjara harun al-rashid di
8. Imam Ali Al-ridho (keturunan langsung darah Nabi) yang dibunuh diracun pada 17 safar di khurasan
9. Imam Muhammad Al-Jawad (keturunan langsung darah Nabi) yang dibunuh diracun oleh mu’tasim di
10. Imam Ali Al-Naqi (keturunan langsung darah Nabi) yang dibunuh diracun di samira (irak) pada 3 rajab atas perintah mutaqakkil.
11. Imam Hasan Al-Askari (keturunan langsung darah Nabi yang membawa kita ke 12 Imam terakhir.) dibunuh diracun oleh mu’tamid di samira (irak) pada 8 rabiu’ul awal.
Dari semua Imam yang dibunuh, ini hanya rencana untuk menghentikan lahirnya Imam Mahdi yang akan memerangi dajjal laknatullah di akhir zaman nanti. "begitu juga dengan cara-cara dajjal laknatullah dan pengikut-pengikutnya membunuh Nabi-Nabi dari bangsa yahudi hanya untuk menghalangi lahirnya Nabi Allah Isa a.s."
mengapa demikian? karena hanya Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s yang akan memerangi dan mengalahkan dajjal laknatullah.
Sejarah mencatat, bahwa yang membunuh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul Allah SWT yang dipilih untuk bangsa yahudi adalah kaum yahudi itu sendiri. Bisa jadi kaum yahudi yang membunuh Nabi-Nabi mereka adalah para pengikut dajjal laknatullah. Orang-orang yahudi yang mempersiapkan kemunculan dajjal laknatullah percaya akan kedatangan Imam Mahdi karena mereka tahu persis dan mengerti (bagaikan orang tua yang memahami anaknya) bahwa Nabi Isa a.s dan Imam Mahdi a.s yang akan memerangi dan mengalahkan dajjal laknatullah.
Senin, 03 Desember 2012
MISTERI ANGKA 12
Pada kali ini saya hanya akan membuka pikiran anda tentang angka 12.
Sebelumnya kita sudah sering dengar angka 13 yang di gunakan oleh kaum paganis (kaum pagan) seperti freemasonry dan illuminati yang di anggap sakral dalam pemujaan setan bagi mereka dalam perhitungan yang sering di sebut "kabbalah".disamping angka 13 adalah angka sial yang sering orang-orang katakan, justru angka 12 ini menarik untuk kita cermati, dan jauh berbeda atau bertolak belakang dari orang-orang paganis.
Banyak makna dan peristiwa atau fenomena penting yang dapat kita kaitkan dengan angka 12. Kita lihat mulai dari zaman Nabi Musa a.s kita kenal 12 sahabat atau ahli kitab yang disebut "Asbat", sahabat atau ahli kitab Nabi Isa a.s dengan sebutan 12 Hawariyun, kemudian pada zaman Rasulullah Salallahu Alaihi wa Alihi Wasalam yang beliau sebutkan dengan 12 Imam dari Ahlil Bait (Keluarga Nabi) amir atau khalifah setelah sepeninggal beliau. tidak bisa dipungkiri 12 Imam setelah beliau itu memang ada, dan telah banyak disebutkan dalam hadist shahih. bahkan kalau dilihat dari sejarah Islam, Imam Safi'i dan Imam Hanafi adalah murid dari Imam ja'far shadiq (Imam ke-6 dalam 12 Imam Ahlil Bait).
apakah semua ini hanya kebetulan?
Mari kita temukan lagi misteri-misteri dengan angka 12.
dalam kalimat Lailahaillallah yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah dalam bahasa arab terdiri dari 12 huruf, Muhammaddurrasulullah yang artinya Muhammad adalah utusan Allah juga terdiri dari 12 huruf, bahkan Rasulullah Salallahu Alaihi wa Alihi Wasalam lahir dan wafat pada 12 Rabiul Awal. Dan bukan kebetulan lagi, Allah menciptakan waktu yang satu harinya berjumlah 24 jam antara 12 jam siang dan 12 jam malam. dalam satu tahun pun berjumlah 12 bulan. bukan kebetulan angka 12 digunakan dalam perhitungan unsur alam yang saya sebutkan tadi, bahkan di dalam diri kita ini terdapat nama yang tidak asing bagi kita semua, yaitu USUS 12 JARI. Masih banyak lagi misteri angka 12 yang belum saya sebutkan, semoga dengan pengetahuan ini kita bisa lebih kritis dalam memahami apa yang kita pelajari.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Langganan:
Postingan (Atom)

